Penentuan Potensi Energi Biomassa Berdasarkan Karakteristik Wilayah Menggunakan Metode Clustering
Main Article Content
Abstract
Sulitnya penyediaan energi listrik di daerah terpencil saat ini disebabkan oleh sulitnya pengiriman bahan bakar pembangkit diesel. Masalah sulitnya penyediaan bahan bakar dan efek lingkungan penggunaan energi fosil dapat diatasi dengan mensubstitusi pembangkit berbasis diesel dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) yang sumber energinya banyak tersedia di daerah terpencil. Saat ini pemetaan potensi biomassa dan seleksi teknologi konversi biomassa belum mempertimbangkan karakteristik dari suatu wilayah sehingga pembangkit belum dapat menghasilkan keluaran yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentuan potensi biomassa yang ada di suatu wilayah dengan mempertimbangkan karakteristik berupa sejumlah variabel yang meliputi variabel listrik dan non-listrik dari suatu wilayah. Dalam jurnal ini, penulis mengembangkan metodologi clustering. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan clustering pada data karakteristik wilayah 167 kecamatan di Provinsi Riau menghasilkan pengelompokkan sebanyak 3 cluster dengan nilai Silhouette sebesar 0,8135. Hasil clustering menunjukkan bahwa variabel yang dominan adalah produksi kelapa sawit dan jumlah pelanggan PLN, dengan hasil Skewness diperoleh nilai lebih dari nol dengan model distribusi data positif, sedangkan untuk Kurtosis diperoleh nilai lebih dari 9,262 yang dikategorikan sebagai jenis distribusi leptokurtik.