Solar Hybrid Power Plant Strategy for Sangihe Island Toward Energy Transition

Main Article Content

Hadi Ichsan Saputra
Dudi Hermawandi
Ahmad Sahefi
Ignatius Rendroyoko

Abstract

ABSTRAK


Indonesia memiliki target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT)  yang cukup ambisius sebesar 23% pada tahun 2025. Dibutuhkan strategi-strategi yang tepat agar target dapat dipenuhi. Salah satu strategi yang dipilih adalah program dedieselisasi dengan inisiatif diesel to Renewable Energy (RNE), dimana porsi bauran energi dari basis bahan bakar solar HSD B30 akan digantikan dengan energi terbarukan, salah satunya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid. PT PLN (Persero) sedang menggencarkan pembangunan PLTS Hybrid di indonesia. Kabupaten kepulauan Sangihe merupakan salah satu tempat yang telah dilakukan pembangunan PLTS Hybrid dengan kapasitas 1,3 MWp yang interkoneksi pada system jaringan distribusi 20 kV dan hybrid dengan 2 (dua) Unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kepulauan Sangihe. Pembangunan PLTS Hybrid Sangihe ini sangat membantu system kelistrikan di kepulauan sangihe dengan menyumbang ±14% dari total daya yang digunakan di masyarakat. Sebuah tantangan tersendiri bagai para pegawai untuk dapat menstabilkan daya PLTS Hybrid ini ke Sistem 20 kV. Strategi yang digunakan PLTS Hybrid Sangihe dengan cara mengoperasikan sistem Hybrid secara Online maupun Offline dan Mengoptimalkan mode-mode pengoperasian yang dapat di gunakan di PLTS Hybrid Sangihe, PLTS Hybrid Sangihe telah beroprasi sejak bulan Juli 2022 hingga bulan Agustus 2023 mampu menghasilkan daya netto 1.170.374,46 kWh dan membantu penghematan BBM (Bahan Bakar Minyak) B30 sebesar 324.193,73 L dan mampu mengurangi Emisi karbon sebesar 873,45 ton.


 


 

Article Details

Section

Articles