Optimasi Lokasi PLTB Timor 2x11 MW Berdasarkan Simulasi Quasidinamik Di Jaringan Transmisi 70 kV Sistem Timor

Main Article Content

Hasna Satya Dini
Arif Kurniawan
Adri Senen
Dwi Anggaini

Abstract

Berdasarkan RUPTL 2021-2030 terdapat rencana PLTB 2x11 MW pada sistem Timor yang direncanakan beroperasi pada tahun 2024. Dalam menentukan posisi PLTB tersebut perlu mempertimbangkan beberapa aspek kelistrikan antara lain susut dan profil tegangan. Penambahan PLTB diharapkan dapat menurunkan susut jaringan dan tidak menyebabkan adanya level tegangan pada bus berada pada kondisi diluar batas yang diizinkan dalam grid code. Dalam penelitian ini, analisis quasi dinamic pada perangkat Digsilent  Power Factory dilakukan untuk mendapatkan posisi optimum PLTB untuk kondisi pembebanan dan daya output PLTB yang bervariasi. Berdasarkan hasil simulasi quasi dynamic, nilai tegangan pada sisi timur sistem Timor sangat sensitif terhadap fluktuasi beban karena tidak adanya pembangkit di sisi tersebut. Penambahan PLTB pada ketiga calon lokasi dapat menjaga nilai tegangan pada rentang yang diizinkan apabila pembangkit PLTB Timor beroperasi pada mode PV, hal ini dikarenakan PLTB menjadi satu-satunya suplai daya reaktif pada sisi timur sistem Timor. Pengoperasian PLTB dalam mode PQ dimungkinkan apabila terdapat kompensator daya reaktif. Nilai susut pada sistem terendah ketika PLTB tersambung pada GI Atambua dengan nilai susut energi 17,5 GWh dibandingkan dengan pemasangan pada GI Kefamanu (18,0 GWh) ataupun GI Nonohonis (18,5 GWh). Hal ini diakarenakan posisi GI Atambua paling dekat dengan beban di sisi timur sistem Timor.

Article Details

Section

Articles