ANALISIS PERBANDINGAN KARAKTERISTIK BAMBU LAMINASI DAN CROSS LAMINATED BAMBOO (CLB) SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL

Main Article Content

Desi Putri

Abstract

Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan yang unggul dalam hal kekuatan, terlihat dari sifat mekaniknya seperti kekuatan tarik, tekan, dan lentur. Bambu dapat digunakan sebagai material untuk elemen struktur, seperti balok, kolom, dan rangka. Selain itu, bambu juga dapat dimanfaatkan sebagai elemen non-struktural, seperti dinding. Bambu laminasi adalah hasil rekayasa struktur yang bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanis bambu. Proses rekayasa ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan material konstruksi untuk struktur bangunan. Bambu laminasi diproduksi melalui sistem perekatan beberapa bilah bambu, sehingga memiliki keunggulan dapat dibuat dalam berbagai ukuran serta memiliki sifat mekanis yang lebih seragam dibandingkan dengan bambu alami. Perekatan bilah bambu ada yang disusun lurus dan ada yang saling bersilangan biasa disebut Cross Laminated Bamboo (CLB). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan sifat fisik dan sifat mekanik antara bambu lapis yang disusun lurus dengan bambu laminasi yang dibuat bersilangan (CLB). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Bambu yang digunakan adalah bambu Petung dengan ketebalan bambu laminasi masing-masing 1,5 cm (tiga lapis). Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kerapatan, kadar air, kembang susut, keteguhan rekat, kuat tekan yang mengacu pada standar pengujian ASTM D 143 (2000). Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan, bambu CLB memiliki kuat tekan sebesar 895 kg/cm2 dimana lebih besar dari pada bambu laminasi yang disusun lurus dengan kuat tekan sebesar 268 kg/cm2.

Article Details

Section

Articles