Pengaruh Pengaruh Komposisi Bahan Baku dan Ukuran Partikel Terhadap Optimasi Nilai Kalor Biobriket Eceng Gondok dan Sekam Padi
Main Article Content
Abstract
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya biomassa, sebagai alternatif bahan bakar fosil. Biomassa seperti eceng gondok dan sekam padi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biobriket, bahan bakar padat yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh komposisi dan ukuran partikel bahan baku terhadap kualitas biobriket, khususnya nilai kalor. Perbandingan komposisi eceng gondok:sekam padi yang digunakan, yaitu 1:0, 2:1; 1:1; 1:2, dan 0:1. Sebelum dijadikan briket, eceng gondok dan sekam padi yang sudah dikarbonisasi disaring dengan ayakan 40, 60, 80, dan 100 mesh untuk variasi ukran partikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel berpengaruh signifikan (p < 0.05) terhadap nilai kalor. Semakin kecil ukuran partikel, maka nilai kalor briket semakin tinggi. Nilai kalor tertinggi, yakni sebesar 4.044 kal/gram terdapat pada briket dengan komposisi eceng gondok:sekam padi sebesar 1:0 dan ukuran partikel 100 mesh, sedangkan nilai kalor terendah, yakni sebesar 1.126 kal/gram terdapat pada briket dengan komposisi eceng gondok:sekam padi sebesar 1:1 dan ukuran partikel 60 mesh.
Kata kunci: Biobriket, Eceng gondok, Sekam padi, Komposisi Bahan, Ukuran partikel