PENGOLAHAN AIR GAMBUT DENGAN PROSES KOAGULASI DALAM PENURUNAN PARAMETER WARNA, TSS, DAN KEKERUHAN: PENGARUH DOSIS DAN JENIS KOAGULAN
Main Article Content
Abstract
Air gambut merupakan sumber air baku di wilayah pulau sumatera dan kalimantan. Besarnya potensi dari air baku ini mengharuskan sistem pengolahan air yang berbeda dari air baku pada umumnya. Proses kimia koagulasi mempunyai keunggulan dalam mereduksi warna pada air gambut. Metode jartest digunakan untuk memvalidasi proses dari kimia koagulasi dalam pengolahan air gambut. Variasi dosis dan jenis koagulan digunakan dalam studi ini. Dosis 150 mg/L dengan Jenis koagulasn PAC memberikan penyisihan terbaik yaitu 98,71%, 95,94%, dan 100% untuk paramater warna, kekeruhan dan TSS. Sementra itu ketika menggunakan koagulan ACH, Penyishan warna, Kekeruhan dan TSS mencapai 98,25%, 96,44%, dan 100%. Hasil terbalik didapatkan dari penggunaan koagulaan Alum Sulfate, warna 92,63%, kekeruhan 92,67% dan TSS sebesar 100%. Dari hasil yang didapatkan, koagulan PAC mempunyai keunggulan dalam hal efisiensi dibandingkan dengan koagulan ACH dan Alum Sulfat. Hasil statistik dari uji Tukey dan fisher Pairwise comparisons menunjukkan bahwa koagulan PAC yang paling efektif diantara ketiga koagulan.