Beton Ramah Lingkungan Dengan Pemanfaatan Limbah Beton, Silica Fume Dan Penambahan Superplastisizer

Main Article Content

Tri Yuhanah
Devita Mayasari

Abstract

ABSTRACT


To reduce the environmental impact of increasingly piled up concrete waste due to construction implementation, including concrete waste from testing. By recycling concrete waste for concrete production again as a substitute for coarse aggregate. Increased concrete production directly increases the need for cement, where each production contributes to environmental damage. Silica fume is a material produced from the silicon iron production process in a blast furnace, storing high silica content, and its particles are very small and can be used as a substitute for cement. The use of silica fume in fresh concrete mixtures tends to reduce workability due to the nature of silica fume which absorbs water, so that fresh concrete will be thicker. To increase workability, you can add type F additives, namely superplasticizers, to the concrete mixture, concrete performance can increase significantly without requiring excessive additional water which can cause bleeding or segregation. This study explores the best mixture using silica fume as a substitute for cement with variants of 0%, 5%, 10%, and 15%, concrete waste is used as a substitute for coarse aggregate by 25%, and superplasticizer by 1%. The results of this study indicate the best formulation in variation 4 with a composition of 15% silica fume, 1% superplasticizer and 25% concrete waste, namely concrete compressive strength of 29.520 MPa, concrete splitting tensile strength of 2.594 MPa and slump value of 5.58 cm. This study highlights the potential for environmentally friendly concrete production using concrete waste and ensures the sustainability of concrete materials and produces optimal formulations.


 


Keywords : Concrete Waste, Silica Fume, Superplasticizer, Compressive Strength, Splitting Tensile Strength, Slump


 


ABSTRAK


Untuk mengurangi dampak lingkungan akibat limbah beton yang makin menumpuk akibat pelaksanaan konstruksi, termasuk limbah beton hasil pengujian. Dengan mendaur ulang limbah beton untuk produksi beton kembali sebagai pengganti agregat kasar. Peningkatan produksi beton secara langsung meningkatkan kebutuhan akan semen, dimana setiap produksinya berkontribusi merusak lingkungan. Silica fume merupakan bahan yang dihasilkan dari proses produksi besi silikon pada tanur tinggi, menyimpan kandungan silika tinggi, dan partikelnya sangat kecil dapat dimanfaatkan sebagai pengganti semen. Penggunaan silica fume dalam campuran beton segar cenderung menurunkan workability karena sifat silica fume yang menyerap air, sehingga beton segar akan semakin kental. Untuk meningkatkan workability dapat menambahkan bahan tambahan tipe F, yaitu superplastisizer, ke dalam campuran beton, kinerja beton dapat meningkat secara signifikan tanpa memerlukan tambahan air yang berlebihan yang dapat menyebabkan bleeding atau segregasi. Penelitian ini mengeksplorasi campuran terbaik dengan menggunakan silica fume sebagai substitusi semen dengan varian 0%, 5%, 10%, dan 15%, limbah beton digunakan sebagai pengganti agregat kasar sebesar 25%, dan superplasticizer sebesar 1%. Hasil penelitian ini menunjukan formulasi terbaik pada variasi 4 dengan komposisi 15% silica fume, 1% superplasticizer dan 25% limbah beton yaitu kuat tekan beton 29,520 MPa, kuat tarik belah beton 2,594 MPa dan nilai slump 5,58 cm. Penelitian ini menyoroti potensi produksi beton ramah lingkung menggunakan limbah beton dan menjamin berkelanjutan bahan beton dan menghasilkan formulasi yang optimal.  


 


Kata Kunci : Limbah Beton, Silica Fume, Superplasticizer, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah Slump

Article Details

Section

Articles