A Strategy Operation Solar Hybrid Power Plant with Manual Mode for Reduce B30 Fuel Carbon Emissions in System 20 kV Sangihe Strategy Operation Solar Hybrid Power Plant with Manual Mode for Reduce B30 Fuel Carbon Emissions in System 20 kV Sangihe

Main Article Content

hadi ichsan

Abstract

Program dedieselisasi merupakan inisiatif untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel dan menggantinya dengan sumber energi terbarukan, terutama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dibutuhkan strategi-strategi yang tepat agar target dapat dipenuhi. Salah satu strategi yang dipilih adalah program dedieselisasi dengan inisiatif diesel to Renewable Energy (RNE), dimana porsi bauran energi dari basis bahan bakar solar HSD B30 akan digantikan dengan energi terbarukan, salah satunya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid. Pembangunan PLTS Hybrid Sangihe ini sangat membantu system kelistrikan di kepulauan sangihe dengan menyumbang ±12% dari total daya yang digunakan di masyarakat. Sebuah tantangan tersendiri bagai para pegawai untuk dapat menstabilkan daya PLTS Hybrid ini ke Sistem 20 kV. Jurnal ini memabahas Strategi yang digunakan PLTS Hybrid Sangihe untuk mengurangi emisi carbon dari pemakaian B30 di PLTD Tahuna dengan menggantikan dengan PLTS yang beroperasi secara hybrid maupun non hybrid di PLTS Sangihe dengan cara memprediksi irradiant mengguanakan metode statistika linier yaitu simpel moving average dan exponential moving average. PLTS Hybrid Sangihe telah beroprasi sejak bulan Juli 2022 hingga bulan Mei 2024 mampu menghasilkan daya netto 1.910.027,47 kWh dan membantu penghematan penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) B30 (Biodiesel 30%) sebesar 529.077 L dan mampu mengurangi Emisi karbon sebesar 1.397 ton CO2.

Article Details

Section

Articles