Kontribusi Fly Ash dan Zeolit Terhadap Porous Paving Block untuk Mengurangi Genangan Air pada Area Pemukiman
Main Article Content
Abstract
Genangan air di pemukiman dapat dikurangi dengan memaksimalkan penyerapan air ke dalam tanah. Lapisan penutup berupa porous paving block memiliki kemampuan meloloskan air lebih tinggi. Material pembuatan porous paving block perlu diperhatikan dan memenuhi syarat sesuai dengan penggunaannya. Salah satunya dengan cara memanfaatkan sisa hasil pembakaran batu bara yaitu fly ash, sebagai bahan subtitusi semen dan zeolit sebagai pengganti kerikil. Zeolit merupakan sumber bahan tambang cukup banyak, berstruktur hidrat aluminium silikat dengan luas permukaan spesifik yang tinggi sehingga dapat untuk digunakan sebagai bahan penyerap. Penelitian ini menggunakan perbandingan bahan pembuatan porous paving block 1 (semen) : 4 (kerikil). Tujuan penelitian yaitu mengetahui nilai kuat tekan, absorpsi dan koefisien infiltrasi dari porous paving block dan komposisi optimum bahan subtitusi limbah fly ash dan zeolit. Limbah fly ash yang digunakan dalam campuran bahan pembuatan porous paving block variasi 10%, 20%, 30% dan 40% dengan menggunakan agregat kasar dari zeolit. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari dan untuk pengujian penyerapan air dan infiltrasi pada umur 28 hari. Hasil penelitian didapat nilai kuat tekan masing-masing sebesar 31,40 MPa, 36,75 MPa, 37,50 MPa, 32,42 MPa, dan 32,67 MPa. Persentase penyerapan masing-masing sebesar 3,719%, 3,484%, 2,856%, 3,250% dan 3,839%. Serta koefisien infiltrasi diperoleh masing-masing 0,0611 cm/s, 0,4376 cm/s, 0,1218 cm/s, 0,0621 cm/s dan 0,1012 cm/s. Porous paving block yang dihasilkan termasuk mutu B yang dapat digunakan untuk pelataran parkir.