PERBAIKAN JATUH TEGANGAN JARINGAN DISTRIBUSI 13,8 KV DENGAN AVR (AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR) DI PERTAMINA (PERSERO) HULU ENERGI OFFSHORE SOUTHEAST SUMATERA

Main Article Content

Rinaldi Efendi
Andi Makkulau

Abstract

Sistem tenaga listrik yang baik harus memiliki nilai tegangan yang tidak melebihi batas toleransi serta rugi-rugi daya
yang kecil. Batas toleransi yang diperbolehkan untuk suatu nilai tegangan +5% dan -10% dari nilai nominalnya. Nilai
tegangan yang konstan akan mengoptimalkan kinerja dari peralatan listrik. Kondisi disaat sebelum manuver pada
jaringan tidak ada permasalahan jatuh tegangan yang melebihi batas toleransi, suplay utama kondisi sebelum manuver
adalah segmen RAM-P dan di salurkan ke segmen RAM-C dari segmen RAMC disalurkan ke segmen RAM-E dan dari
segmen RAM-E disalurkan ke segmen GITA dikarenakan adanya maintenance pada segmen RAM-C maka segmen
tersebut akan dilakukan breaker open dan dilakukan manuver untuk mengganti suplay utama, maka suplay utama
diganti oleh segmen KRIB. Beban, dan panjang jaringan sangat berpengaruh terhadap jatuh tegangan yang terjadi,
tetapi panjangnya suatu jaringan lebih berpengaruh terhadap jatuh tegangan dibandingkan dengan besarnya beban.
Nilai Resistansi dan Reaktansi akan semakin besar dikarenakan dipengaruhi panjang suatu jaringan. Jatuh tegangan
terendah pada saat manuver telah menyentuh angka 11,59%, sehingga perlu tindakan untuk memperbaiki tegangan
tersebut, tegangan terima di segmen GITA sebelum diperbaiki adalah 12674,22 Volt. Solusi yang dapat dilakukan
untuk memperbaiki tegangan di saluran tersebut adalah menggunakan metode pemasangan AVR di jaringan, karena
dengan memasang AVR penambahan tegangan di Segmen Gita bisa mencapai 8,84%.
Kata kunci: Jatuh Tegangan, AVR (Automatic Voltage Regulator), Penambahan Tegangan

Article Details

Section

Articles