Studi Kelayakan Pembangunan Jaringan Interkoneksi Sistem Biduk Biduk dan Talisayan Untuk Dedieselisasi PLTD Biduk Biduk

Main Article Content

Pamungkas Kurnia Adi
Andi Makkulau

Abstract

Emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran segala senyawa yang mengandung karbon. Emisi karbon mempunyai dampak yang buruk bagi lingkungan dan juga manusia, oleh sebab itu Indonesia melalui PT PLN (Persero) berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission 2060 dengan cara melakukan dedieselisasi pada beberapa PLTD yang diantaranya adalah PLTD Biduk Biduk. Program dedieselisasi tersebut dilakukan dengan cara melakukan Pembangungan Jaringan Interkoneksi Sistem Biduk Biduk yang digunakan untuk menghubungkan Sistem Biduk Biduk dengan Sistem Talisayan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan menguji kelayakan serta untuk mengetahui saving dari proyek tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengumpulan data serta pengolahan data dengan menggunakan kajian keekonomian seperti analisa Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), Benefit Cost ratio (BCR), dan Payback Period. Dari hasil perhitungan dan analisa didapatkan nilai investasi saving sebesar Rp 181.976.643.600 per tahun, Internal Rate of Return sebesar 30,76%, Net Present Value sebesar Rp 13.853.264 ribu, Benefit Cost Ratio sebesar 1.83 dan Payback Period sebesar 3,23 tahun.


Kata kunci: Dedieselisasi, PLTD, Biduk Biduk, Net Zero Emission

Article Details

Section

Articles