IMPLEMENTASI KONDISI SKTM DENGAN METODE PENGUJIAN PARTIAL DISHCARGE PADA PENYULANG SKS PT. PLN (PERSERO) UP3 CIKOKOL
Main Article Content
Abstract
Penggunaan kabel bawah tanah sebagai salah satu saluran untuk mentransmisikan listrik kepada pelanggan, ketika terjadi gangguan sulit untuk dideteksi karna tidak terlihat dan membutuhkan waktu yang lama untuk perbaikan. Oleh karena itu dilakukan pengujian kabel (assessment cable) dengan menggunakan beberapa metode salah satunya yaitu pengujian Partial Discharge (PD) dimana metode ini digunakan mengetahui kondisi isolasi kabel dan titik gangguan pada jarak tertentu karna adanya aktifitas partial discharge. Data gangguan yang digunakan yaitu pada penyulang banjar wijaya segment CPD 98 – PJ 129 Hasil data assessment yang diperoleh untuk pengukuran PDIV dan PDEV berdasarkan tabel 4.4 Health Index kebijakan PT.PLN (Persero) pada L1,L2,L3 termasuk pada point 1 dimana nilai L1 = 19,55 & 15,5 L2= 26,45 & 15,5 L3= 26,45 & 15,5 jika dibandingkan dengan nilai Uo yaitu 11,5 maka nilai PDIV dan PDEV lebih besar dibandingkan nilai Uo. Sedangkan pada Limit kebijakan PT. PLN (Persero) pada L1, L2, L3 termasuk pada point 3 dimana nilai L1 = 1068, L2= 3879 dan L3= 1026 dimana besar muatan PD diatas 1000pC dengan status buruk sehingga jika dilakukan penjumlahan untuk setiap point dan disesuaikan dengan Status kondisi dan resiko terhadap pelepasan muatan dan tegangan maka hasil yang diperoleh adalah 4 point dimana status kondisi cukup baruk dan perlu dilakukan perawatan setiap 1 tahun.
Kata kunci : Assessment, Healty Index, Partial Dishcarge.