PENGGUNAAN FUSE CUT OUT SEBAGAI PROTEKSI SUTM 20 KV DI PENYULANG CIPINANG PT PLN (PERSERO) ULP MAJALENGKA
Main Article Content
Abstract
Menjaga keandalan dan kestabilan jaringan distribusi tenaga listrik memerlukan sistem proteksi yang cepat dan tanggap terhadap gangguan agar sistem tenaga listrik dapat bekerja sesuai fungsinya. Pada PLN ULP Majalengka pada Penyulang Cipinang menggunakan fuse cut out (FCO) sebagai proteksi untuk mengamankan jaringan distribusi tenaga listrik. FCO merupakan alat pemutus rangkaian listrik berbeban pada jaringan distribusi yang bekerja dengan cara meleburkan bagian dari komponennya yaitu fuse link ketika ada arus yang mengalir melebihi batas maksimum yang disebabkan karena adanya hubung singkat atau beban lebih. FCO pada penyulang Cipinang memerlukan adanya koordinasi dengan proteksi lain untuk meminimalisir daerah pemadaman akibat gangguan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan perhitungan pada data yang telah dikumpulkan. Pada koordinasi antar FCO CJT dengan Recloser MNJ dengan fuse link sebesar 40 A mampu melakukan koordinasi proteksi dengan recloser MNJ dengan arus gangguan sebesar 775,138 A. Pada koordinasi antar FCO di titik 40% pada penyulang Cipinang dengan arus gangguan sebesar 305,7237 A penggunaan fuse link yang tepat adalah 5 A pada FCO SPNB dan 30 A pada FCO DPYA.
Kata kunci: Kata Kunci: Proteksi, Fuse Cut Out, Fuse Link