ANALISIS KOORDINASI SISTEM PROTEKSI TRAFO 5 AKIBAT UPRATING GARDU INDUK SEKARPUTIH

Main Article Content

Rizky Akbar pratama
Ahmad Nuruddin Hamid
Andi Makkulau

Abstract

Kebutuhan energi listrik meningkat tajam seiring dengan tingkat pendapatan masyarakat dan pertumbuhan industri di Indonesia, untuk dapat memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat, maka pembangunan pembangkit-pembangkit baru dan insfrastruktur ketenagalistrikan dalam penyaluran energi listrik sangat diperlukan. Transformator merupakan salah satu peralatan penting dalam suatu Gardu Induk. Gardu Induk Sekarputih mempersiapkan pertumbuhan energi listrik untuk masa yang akan datang dengan melakukan penambahan daya transformator 5 dari 50 MVA menjadi 100 MVA dan pengaruh factor umur sudah beroperasi > 30 Tahun. Hal tersebut akan mengakibatkan perubahan setting pada sistem proteksi transformator. Tahapan awal dalam penentuan setting relai adalah dengan menentukan impedansi (Z) peralatan dan analisis hubung singkat (Isc). Selajutnya dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai Iset(setting), Iinstan/moment, Iop(operasi)dan TMS yang akan digunakan untuk penentuan setting relai. Hasil simulasi menunjukan bahwa koordinasi dapat bekerja dengan baik. Relai Diferensial disetting 1,5 A dan Iop disetting 5,96 A ; Relai OCR Primer disetting 4,62 A dan Iinstan disetting 47,285 A, Relai OCR Sekunder disetting 4,949 A, Relai GFR Primer disetting 0,385 A, dan Relai SBEF disetting 4,04 A. Waktu kerja relai Diferensial ialah instan, Relai OCR Primer ialah 1,2 detik dan Instan, untuk Imoment , Relai OCR Sekunder ialah 0,69 detik, Relai GFR Primer ialah 1,5 detik dan Relai SBEF Sekunder ialah 8 detik.


 


Kata kunci:Setting Relai, Relai Diferensial, Overcurrent Relai, Ground Faut Relai, Stand By Earth Fault Relai

Article Details

Section

Articles