ANALISIS PEMBANGUNAN GARDU INDUK MURATARA DAN REKONFIGURASI JARINGAN 20 KV PADA PT PLN (Persero) ULP LUBUKLINGGAU

Main Article Content

didin madina
ANDI MAKKULAU

Abstract

Susut dan drop tegangan pada ULP Lubuklinggau merupakan permasalahan yang menjadi perhatian utama dalam peningkatan kehandalan layanan. Sesuai dengan Standard PLN (SPLN) D3.002-2 2008 yang menyatakan bahwa susut energi boleh terjadi dengan nilai maksimal 5% s.d 10%[3]. Persentase rugi-rugi daya bulan September 2023 di ULP Lubuklinggau sebesar 13,87% atau total rugi-rugi dayanya sebesar 5.236.158,86kW yang terbagi menjadi rugi-rugi teknis sebesar 9,95% dan rugi-rugi non teknis sebesar 3,92% . Rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada PT. PLN ULP Lubuklinggau dapat diminimalkan dengan pembangunan Gardu Induk dan pecah beban penyulang (Rekonfigurasi Jaringan). Metodologi penelitian dalam jurnal ini menggunakan Metodologi Kuantitatif yaitu data-data diambil dari sampel yang bersifat matematis untuk dapat dilakukan simulasi dan nilai hasil perbaikan menggunakan software Etap 12.6. Dengan Mempertimbangkan beberapa aspek, maka ditentukan lokasi gardu induk yang paling tepat adalah di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara.  Setelah pembangunan Gardu Induk dan rekonfigurasi jaringan dihasilkan perbaikan nilai susut sesuai dengan hasil simulasi Etap 12.6 dengan penurunan susut sebesar 36.547.280 kWh. Dari perhitungan analisa ekonomi diperoleh BC Ratio > 1; NPV > 0 dan IRR > MARR, dengan demikian pembangunan Gardu Induk dan rekonfigurasi jaringan ini layak secara ekonomis dan menguntungkan bagi PLN.


 Kata kunci: Drop Tegangan, Investasi, Gardu Induk. Rekonfigurasi, Susut.

Article Details

Section

Articles